Hujan dan Kesabaran

Oleh : Agung Ginanjar

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam

UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Terjadinya hujan merupakan salah satu keajaiban dari sebuah proses siklus air. Dari proses terjadinya hujan kita mendapatkan suatu gambaran bagaimana sebuah penampakan dari berbagai unsur alam bekerja. Alam semesta memperliatkan sebuah harmonisasi dari perpaduan kinerja yang indah ketika awan, hujan dan arus angin bekerja sama menghidupkan penduduka muka bumi ini dan yang menghuninya.

            Alloh SWT., menjelaskan tentang hujan dalam sebuah firman-Nya yang terdapat pada QS. Al-A’raf ayat 57 yang artinya “Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.”

            Yang menjadi sebuah pertanyaan, apa pelajaran yang dapat kita ambil dari terjadinya hujan ini? Karena Alloh SWT., menurunkan hujan pasti mempunyai nilai filosofis tersendiri, dan pasti mempunyai sebuah renungan dan nilai refleksi bagi kehidupan kita sehari-hari.

            Salah satu yang bisa menjadi bahan renungan atau sebuah refleksinya adalah hujan tidak pernah menyerah. Mengapa demikian? Ia turun berkali-kali yaitu untuk menenangkan suasana yang tadinya gersang menjadi sejuk. Hujan juga mengajarkan kita harus terus mencoba dan jangan pernah menyerah walaupun kita sudah mencoba beberapa kali dalam sebuah kegagalan. Karena suatu kegagalan bukan segalanya, jadi jangan pernah mencoba untuk menyerah, dan jangan pernah menyerah untuk mencoba.

            Menurut Al-Ghazali dalam “Ihya Ulumuddin” bahwa harapan adalah kepuasan hati karena menanti sesuatu yang diinginkan dengan memenuhi sebab-sebabnya. Dengan demikian, seorang petani yang menebar benih unggul di ladangnya, dengan pemberaian pupuk yang sesuai dan perairan yang teratur berharap bisa memperoleh hasil panen dalam jangka waktu tiga/empat bulan ke depan merupakan harapan yang mulia.

            Begitupun dengan fenomena hujan, ia akan membawa berkah bagi semua makhluk yang ada di muka bumi ini. Kehadiran hujan sangat diperlukan untuk mengatur suhu dan keseimbangan di alam raya, karena jika tidak ada hujan merupakan pertanda kekeringan, kelaparan dan berakhir dengan suatu kebinasaan atau kepunahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selesaikan Masalah dengan Bijak

Perlu Extra dalam Memahami sebelum Bertindak